Entri Populer

Kamis, 02 Februari 2012

DI AMBIL DARI KISAH NYATA

TINGGAL KENANGAN

Facebook, siapa sih yang tidak kenal? Semua orang mungkin sudah memiliki akun jejaring sosial tersebut. Mulai dari anak-anak yang seharusnya belum mengerti, remaja yang sukanya ngegalau, bahkan sampai orang tua pun tidak ingin kalah dengan anak-anaknya juga memilikinya.
Contohnya saja aku, banyak cerita yang tercipta sejak aku memiliki facebook. Salah satunya sejak aku menemukan sahabat yang tak terduga hadir dalam kehidupan ku. “RIFKI ADITYA PUTRA” , itu namanya. Aku mulai mengenalnya sejak awal Oktober 2009. Awalnya sih coba-coba aku ngeadd (menambahkan sebagai teman) di facebook, gara-gara salah satu teman ku memberi saran kepadaku. Tidak lama, kamu menerima permintaan pertemananku. Saat itu kamu menulis pada dindingku. Aku masih ingat kata pertama yang kamu ucapin ke aku saat itu, “Makasih uda add”. Dan setelah itu aku membalasnya dengan hangat. Sejak itu aku bisa menilaimu, kalau kamu itu orangnya mudah bergaul, baik juga. Tidak lama kemudian kita makin dekat. Setiap pulang sekolah, kita selalu chattingan, kamu orangnya ramah banget, aku senang. Dan sampai akhirnya kamu meminta nomerku. Tidak pikir panjang, akupun langsung memberikannya kepadamu saat itu. Setiap hari, kamu bikin aku seneng. Aku pun punya keinginan bisa menjadikanmu seorang sahabat. Dan kapan hari, aku mulai menanyakan ini kepadamu. “Rifki, kamu mau ngga jadi sahabatku?”, lalu kamu menjawab “why not? Kenapa tidak ? mari berkawan”, dan aku balas dengan senyuman. Sejak saat itu kamu jadi sering menceritakan semua tentangmu, tentang pacarmu, tentang keluargamu. Kamu sering cerita semuanya, dan aku ngasik solusi ke kamu. Begitupun juga aku, aku nggak pernah malu buat ceritain masalahku ke kamu, dan kamu selalu bisa membuat aku lebih lega. Dan melupakan masalah itu. Intinya aku sayang kamu lahh, sebagai sahabatku, beruntungnya diriku.
Tapi, seminggu terakhir kita sudah jarang lagi seperti dulu. Cerita atau sms’an pun jarang sekali. Dan bodohnya aku, aku tidak menanyakan kenapa sekarang dia sudah jarang sekali menghubungiku. Sampai akhirnya kamu benar-benar sudah tidak pernah hadir dan aku mengira kamu sudah melupakanku
Seminggu kemudian pacarmu tiba-tiba sms aku, dia bilang kamu sudah tidak ada. Aku yang tidak percaya membantah ucapan pacarmu itu, aku mengira dia hanya ingin membuat aku kaget dan akhirnya kalian tertawakan, tapi pacarmu itu tetap meyakinkan kepadaku kalau dia benar. Dia bilang kamu meninggal tanggal 28 november, tapat dua minggu kamu sama sekali tidak menghubungiku. Dia bilang kamu, Rifki sahabatku itu meninggal karna kecelakaan, gara-gara kamu lebih berat dengan sholat maghrib. Karna saat itu kamu akan pergi ke masjid naik motor, kamu takut ketinggalan dan akhirnya kamu ngebut. Dan akhirnya kamu menghembuskan nafas terakhir tepat pukul tujuh malam. Aku langsung buka facebookmu, dan ternyata benar. Di dinding facebookmu banyak teman yang mengucapkan selamat tinggal untukmu Rifki. Aku bodoh, kenapa aku tidak tahu semua itu. Saat itu aku langsung menyesal dan air mataku tak bisa terbendung. Bahkan setiap ada anak yang membicarakan tentangmu, aku muak, karna aku lemah, aku pasti menangis. Tapi, sampai saat ini, sosokmu masih ada Rifki. Semua orang sayang kamu, kamu baik-baik yah disana, jaga dirimu baik-baik. Aku dan orang-orang yang sudah kamu bikin bahagia selalu mendo’akanmu. Selamat tinggal Rifki.
~In Memoriam Rifki Aditya Putra 12-01-1996 – 28-11-2009~

Jumat, 20 Januari 2012